Tidur seharusnya menjadi waktu tubuh beristirahat dan memulihkan energi. Namun pada sebagian orang, tidur justru memicu perilaku yang tidak biasa—bahkan melakukan aktivitas seksual tanpa sadar. Kondisi ini dikenal sebagai sleep sex atau sexsomnia, sebuah gangguan tidur langka yang sering membuat penderitanya dan pasangannya bingung, malu, bahkan khawatir.
Apa Itu Sexsomnia?
Sexsomnia adalah gangguan tidur yang termasuk dalam kelompok parasomnia, yaitu kondisi ketika seseorang melakukan perilaku kompleks saat sedang tidur. Dalam kasus ini, perilaku tersebut berupa aktivitas seksual seperti meraba pasangan, masturbasi, hingga melakukan hubungan seksual—semuanya terjadi tanpa kesadaran penuh.
Saat bangun, penderita biasanya tidak mengingat sama sekali apa yang terjadi saat mereka tidur.
Gangguan ini mirip dengan sleepwalking (berjalan saat tidur), tetapi bentuk perilakunya berkaitan dengan aktivitas seksual.
Tanda dan Gejala Sexsomnia
Orang yang mengalami sexsomnia dapat menunjukkan berbagai perilaku, seperti:
- Meraba atau menyentuh pasangan secara seksual saat tidur
- Melakukan gerakan seksual atau masturbasi tanpa sadar
- Menginisiasi hubungan seksual saat tidur
- Mengeluarkan suara atau erangan seksual saat tidur
- Tidak mengingat kejadian tersebut setelah bangun
Sering kali, pasanganlah yang pertama menyadari adanya perilaku ini.
Penyebab yang Diduga
Penyebab pasti sexsomnia belum sepenuhnya dipahami. Namun beberapa faktor diketahui dapat memicu atau memperburuk kondisi ini, antara lain:
1. Kurang tidur
2. Stres dan kelelahan
3. Konsumsi alkohol atau obat tertentu
4. Gangguan tidur lain, seperti sleep apnea
5. Riwayat sleepwalking
6. Kondisi kesehatan mental tertentu
Sexsomnia biasanya terjadi saat seseorang berada pada fase tidur dalam (deep sleep).
Dampak pada Hubungan dan Kehidupan Sosial
Meskipun terdengar seperti hal yang ringan atau bahkan lucu bagi sebagian orang, sexsomnia sebenarnya bisa menimbulkan masalah serius.
Beberapa dampak yang mungkin terjadi antara lain:
- Ketidaknyamanan pasangan
- Konflik dalam hubungan
- Rasa malu atau stres pada penderita
- Dalam kasus ekstrem, masalah hukum, terutama jika perilaku tersebut melibatkan orang lain tanpa persetujuan.
Karena itu, kondisi ini tidak boleh dianggap sepele.
Bagaimana Cara Mengatasinya?
Jika seseorang diduga mengalami sexsomnia, langkah pertama adalah berkonsultasi dengan dokter atau spesialis gangguan tidur. Dokter biasanya akan melakukan evaluasi melalui wawancara medis, riwayat tidur, dan kadang pemeriksaan tidur di laboratorium (sleep study).
Beberapa pendekatan yang dapat membantu antara lain:
- Memperbaiki pola tidur
- Mengurangi stres
- Menghindari alkohol dan obat penenang
- Mengobati gangguan tidur lain yang menyertai
- Dalam beberapa kasus, terapi atau obat tertentu
Selain itu, komunikasi terbuka dengan pasangan sangat penting agar kedua pihak dapat memahami kondisi ini dan mencari solusi bersama.
Kesimpulan
Sexsomnia adalah gangguan tidur yang membuat seseorang melakukan aktivitas seksual tanpa sadar saat tidur. Meskipun tergolong langka, kondisi ini nyata dan bisa memengaruhi kehidupan pribadi maupun hubungan dengan pasangan.
