Kebanyakan pria mungkin menganggap kelengkungan ringan pada penis sebagai hal yang normal. Namun, jika kelengkungan tersebut terjadi secara tiba-tiba, terasa nyeri, atau mengganggu aktivitas seksual, bisa jadi itu adalah tanda dari Penyakit Peyronie — kondisi medis yang perlu mendapat perhatian serius.
Apa Itu Penyakit Peyronie?
Penyakit Peyronie adalah kondisi di mana jaringan parut (plak) terbentuk di bawah kulit penis, menyebabkan kelengkungan abnormal saat ereksi. Plak ini bukan kanker dan tidak menular, namun bisa menyebabkan rasa sakit, disfungsi ereksi, dan gangguan dalam kehidupan seksual.
Penyakit ini paling sering muncul pada pria usia 40 hingga 70 tahun, namun bisa terjadi di usia berapa pun. Meski bukan kondisi yang mengancam jiwa, dampaknya bisa sangat mengganggu baik secara fisik maupun psikologis.
Gejala Peyronie yang Perlu Diwaspadai
Beberapa gejala khas dari penyakit Peyronie antara lain:
- Kelengkungan penis saat ereksi, ke atas, ke samping, atau bahkan membentuk sudut tajam
- Adanya benjolan atau area keras di batang penis (plak)
- Nyeri saat ereksi atau berhubungan seksual
- Pemendekan penis
- Gangguan fungsi ereksi (disfungsi ereksi)
- Kesulitan melakukan penetrasi saat berhubungan intim
Gejala bisa muncul secara bertahap atau mendadak, dan pada beberapa pria bisa memburuk seiring waktu jika tidak ditangani.
Apa Penyebab Penyakit Peyronie?
Penyebab pasti belum sepenuhnya diketahui, tetapi beberapa faktor berikut diyakini berperan:
- Cedera atau trauma berulang pada penis saat aktivitas seksual atau olahraga
- Faktor genetik, karena kondisi ini kadang terjadi dalam keluarga
- Gangguan penyembuhan luka, di mana tubuh membentuk jaringan parut berlebih
- Penyakit lain, seperti diabetes dan gangguan jaringan ikat (misalnya, penyakit Dupuytren pada tangan)
Dampak Fisik dan Psikologis
Peyronie bukan hanya masalah bentuk, tapi juga bisa mengganggu kesehatan mental dan hubungan pribadi. Banyak pria dengan kondisi ini mengalami:
- Stres atau kecemasan
- Penurunan kepercayaan diri
- Masalah hubungan dengan pasangan
- Depresi ringan hingga berat
Oleh karena itu, penting untuk tidak menyembunyikan gejala ini dan segera berkonsultasi dengan dokter.
Bagaimana Cara Mengobatinya?
Penanganan Peyronie tergantung pada tingkat keparahan dan dampaknya terhadap kehidupan seksual. Beberapa opsi pengobatan meliputi:
1. Pengobatan Non-Bedah
- Obat oral, seperti pentoxifylline
- Suntikan langsung ke plak (misalnya collagenase)
- Terapi gelombang kejut (shockwave therapy) untuk mengurangi nyeri dan memperbaiki kelengkungan ringan
2. Terapi Bedah
Dilakukan jika kondisi sudah parah dan tidak membaik dengan pengobatan lain. Operasi bertujuan meluruskan penis dan memulihkan fungsi seksual, misalnya:
- Pembuangan plak dan pencangkokan jaringan
- Penanaman prostesis penis
3. Terapi Pendukung
- Konseling seksual atau terapi pasangan
- Konsultasi psikolog untuk mengatasi dampak emosional
Apakah Bisa Dicegah?
Tidak semua kasus bisa dicegah, terutama jika berkaitan dengan faktor genetik. Namun, berikut beberapa langkah yang bisa membantu menurunkan risiko:
- Hindari aktivitas seksual yang terlalu agresif
- Gunakan pelumas untuk mengurangi risiko cedera saat berhubungan
- Jaga kesehatan pembuluh darah dengan mengontrol diabetes, tekanan darah, dan kolesterol
-Segera obati cedera pada penis, walau tampak ringan
Kesimpulan
Penyakit Peyronie bukan sekadar kelengkungan biasa. Jika kamu atau pasanganmu mengalami gejala yang mencurigakan, jangan ragu untuk mencari bantuan medis. Semakin cepat dideteksi, semakin besar peluang untuk penanganan yang efektif. Kesehatan seksual adalah bagian penting dari kualitas hidup, dan tidak ada yang perlu merasa malu untuk membicarakannya.
