Kondom seharusnya membantu membuat hubungan seksual lebih aman tanpa mengorbankan kenyamanan. Namun, sebagian orang justru merasa kondom terlalu ketat, mudah longgar, terasa kering, atau sensasinya kurang nyaman. Kondisi ini tidak selalu berarti harus berhenti menggunakan kondom—bisa jadi jenis atau ukurannya belum sesuai.
Memilih kondom yang tepat dapat membuat penggunaannya terasa lebih nyaman sekaligus membantu mengurangi risiko kondom tergelincir atau robek.
Mengapa Kondom Bisa Terasa Tidak Nyaman?
Rasa tidak nyaman dapat disebabkan oleh beberapa hal. Ukuran yang terlalu kecil bisa terasa terlalu ketat, sedangkan kondom yang terlalu besar dapat lebih mudah bergeser. Selain ukuran, bahan kondom juga dapat berpengaruh, terutama bagi orang yang memiliki sensitivitas terhadap bahan tertentu.
Pelumas yang kurang juga bisa menyebabkan gesekan berlebihan sehingga menimbulkan rasa perih atau iritasi. Karena itu, kenyamanan bukan hanya soal merek atau harga, tetapi juga kesesuaian ukuran, bahan, dan pelumas.
Pilih Ukuran yang Sesuai
Ukuran merupakan salah satu faktor terpenting. Kondom yang terlalu ketat dapat terasa menekan dan meningkatkan ketidaknyamanan, sedangkan kondom yang terlalu longgar berisiko lebih mudah terlepas.
Jika kondom sering terasa terlalu ketat, meninggalkan rasa tidak nyaman, atau sulit digunakan dengan benar, pertimbangkan ukuran yang lebih besar. Sebaliknya, jika kondom mudah melorot atau tidak terasa pas, ukuran yang lebih kecil mungkin lebih sesuai.
Perhatikan keterangan ukuran atau nominal width pada kemasan karena ukuran kondom dapat berbeda antarproduk.
Pertimbangkan Bahan Kondom
Kondom tersedia dalam berbagai bahan. Lateks merupakan salah satu bahan yang paling umum digunakan, tetapi sebagian orang dapat mengalami sensitivitas atau alergi terhadapnya.
Jika setelah menggunakan kondom berbahan lateks muncul gatal, kemerahan, rasa terbakar, atau iritasi, hentikan penggunaan dan pertimbangkan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan. Alternatif berbahan nonlateks dapat menjadi pilihan bagi orang yang sensitif terhadap lateks.
Perlu diingat, tidak semua produk dengan klaim tertentu memiliki tingkat perlindungan yang sama. Pastikan kondom dirancang untuk kontrasepsi dan perlindungan terhadap infeksi menular seksual (IMS), serta digunakan sesuai petunjuk.
Jangan Abaikan Pelumas
Kondom yang terasa kering dapat meningkatkan gesekan dan membuat hubungan seksual terasa tidak nyaman. Menggunakan pelumas tambahan dapat membantu mengurangi gesekan.
Untuk kondom lateks, pilih pelumas berbahan dasar air atau silikon. Hindari penggunaan minyak, petroleum jelly, atau produk berbasis minyak lainnya karena dapat merusak lateks dan meningkatkan kemungkinan kondom robek.
Jika menggunakan kondom nonlateks, tetap periksa petunjuk pada kemasan karena kompatibilitas dengan pelumas dapat berbeda.
Perhatikan Sensitivitas terhadap Bahan atau Zat Tambahan
Selain bahan utama, kondom dapat mengandung zat tambahan seperti pewangi, spermisida, atau bahan tertentu yang dapat menyebabkan iritasi pada sebagian orang.
Jika rasa tidak nyaman selalu muncul setelah menggunakan jenis kondom tertentu, cobalah produk dengan formulasi yang lebih sederhana dan tanpa tambahan yang tidak diperlukan. Jika keluhan tetap terjadi, konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui kemungkinan penyebabnya.
Cara Menggunakan Kondom Juga Berpengaruh
Kondom yang tepat tetap bisa terasa tidak nyaman jika digunakan secara tidak benar. Periksa tanggal kedaluwarsa dan kondisi kemasan sebelum digunakan. Buka kemasan dengan hati-hati dan hindari benda tajam yang dapat merusak kondom.
Pasang kondom sebelum kontak genital dan gunakan sesuai petunjuk kemasan. Pastikan kondom berada pada posisi yang benar dan tidak terpuntir. Setelah ejakulasi, pegang bagian pangkal kondom saat menarik penis keluar agar kondom tidak terlepas.
Jangan menggunakan dua kondom sekaligus karena gesekan antar-kondom justru dapat meningkatkan risiko robek.
Jika Kondom Sering Robek atau Terlepas
Kondom yang berulang kali robek atau terlepas bukan sesuatu yang sebaiknya dianggap normal. Hal tersebut dapat berkaitan dengan ukuran yang tidak sesuai, cara penggunaan, kurangnya pelumas, atau kondisi penyimpanan yang kurang baik.
Simpan kondom di tempat yang sejuk dan kering serta hindari paparan panas berlebihan. Jangan menggunakan kondom yang kemasannya rusak atau kondisinya sudah berubah.
Jika kondom robek atau terlepas saat hubungan seksual, pertimbangkan untuk segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan mengenai pilihan kontrasepsi darurat dan evaluasi risiko IMS, terutama jika kehamilan atau paparan IMS menjadi kekhawatiran.
Memilih Kondom Tidak Harus Rumit
Kondom yang nyaman adalah kondom yang ukurannya pas, bahannya sesuai dengan kebutuhan, tidak menyebabkan iritasi, dan digunakan dengan pelumas yang kompatibel. Tidak ada satu jenis kondom yang paling cocok untuk semua orang, sehingga mencoba beberapa pilihan yang sesuai dan mengikuti petunjuk penggunaan dapat membantu menemukan yang paling nyaman.
Yang terpenting, jangan mengorbankan keamanan demi kenyamanan. Kondom yang digunakan dengan benar dan konsisten dapat membantu mencegah kehamilan sekaligus menurunkan risiko penularan berbagai infeksi menular seksual.
Jika penggunaan kondom selalu menimbulkan nyeri, gatal, ruam, atau iritasi, sebaiknya jangan memaksakan diri. Konsultasikan dengan dokter atau tenaga kesehatan untuk mengetahui penyebabnya dan mendapatkan pilihan yang lebih sesuai.
