Sunat telah lama dikenal sebagai prosedur medis maupun tradisi yang dilakukan karena alasan kebersihan, kesehatan, dan budaya. Namun, satu pertanyaan yang sering muncul adalah: apakah sunat berpengaruh terhadap kenikmatan atau kepuasan dalam hubungan intim? Sejumlah penelitian pada pria dewasa memberikan jawabannya, dan hasilnya cukup mengejutkan.
Apa yang Terjadi Setelah Pria Disunat?
Sebuah penelitian besar yang mengikuti lebih dari 2.700 pria dewasa selama dua tahun menunjukkan perubahan signifikan setelah peserta menjalani sunat. Studi tersebut membandingkan dua kelompok: pria yang disunat dan yang tidak disunat. Hasilnya menunjukkan:
- Tingkat disfungsi seksual menurun di kedua kelompok, baik yang disunat maupun tidak.
- Tidak ada bukti bahwa sunat menyebabkan masalah seksual.
- Perubahan fungsi seksual dari waktu ke waktu tidak dipengaruhi oleh status sunat.
Dengan kata lain, sunat tidak terbukti memperburuk kualitas seksual pria.
Benarkah Sunat Meningkatkan Sensitivitas dan Orgasme?
Yang menarik, pria yang disunat justru melaporkan peningkatan pada beberapa aspek kenikmatan seksual:
- 64% pria merasa penis mereka jauh lebih sensitif setelah sunat.
- 54,5% mengatakan orgasme menjadi jauh lebih mudah dicapai setelah dua tahun pascaprosedur.
Peningkatan ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor:
1. Kebersihan yang lebih baik, sehingga mengurangi iritasi atau rasa tidak nyaman.
2. Mengurangi risiko infeksi atau peradangan, yang sebelumnya mungkin memengaruhi kenyamanan saat berhubungan intim.
3. Rasa percaya diri meningkat, yang secara psikologis turut mendukung kepuasan seksual.
Apakah Sunat Berpengaruh pada Pasangan?
Beberapa pasangan melaporkan kenyamanan yang lebih baik, terutama karena:
- Risiko infeksi menurun
- Gesekan terasa berbeda namun tetap nyaman
- Kebersihan lebih mudah dijaga
Namun, pengalaman tiap pasangan berbeda dan sifatnya sangat individual.
Apakah Sunat Perlu Dilakukan Demi Kepuasan Seksual?
Meski hasil penelitian menunjukkan efek positif pada sebagian besar pria yang disunat saat dewasa, sunat bukanlah satu-satunya faktor yang menentukan kenikmatan seksual. Kepuasan tetap dipengaruhi oleh:
- Komunikasi dengan pasangan
- Kondisi kesehatan fisik
- Faktor psikologis
- Hubungan emosional
Sunat mungkin memberikan manfaat tambahan, tetapi bukan solusi tunggal untuk masalah seksual.
Kesimpulan
Berdasarkan penelitian pada pria dewasa, sunat tidak menyebabkan disfungsi seksual, dan bahkan banyak pria melaporkan peningkatan sensitivitas serta kemudahan mencapai orgasme setelah menjalani prosedur tersebut. Oleh karena itu, jika sunat dilakukan dengan alasan kesehatan atau pencegahan penyakit, manfaat seksual tampaknya tetap mendukung dan tidak merugikan.
Referensi : Krieger JN, Mehta SD, Bailey RC, Agot K, Ndinya-Achola JO, Parker C, Moses S. Adult male circumcision: effects on sexual function and sexual satisfaction in Kisumu, Kenya. J Sex Med. 2008 Nov;5(11):2610-22. doi: 10.1111/j.1743-6109.2008.00979.x. Epub 2008 Aug 28. PMID: 18761593; PMCID: PMC3042320.
